Bupati Katingan Tegaskan Komitmen Jadikan Katingan Laboratorium Alam Nasional untuk Pendidikan dan Riset
Info Kasongan- Bupati Kabupaten Katingan, Saiful, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi alam sebagai pusat pendidikan dan penelitian. Hal ini ditandai dengan kepemimpinannya dalam Rapat Persiapan Presentasi Karakteristik Laboratorium Alam Kabupaten Katingan sebagai objek sains, riset, dan teknologi untuk program Sekolah Unggul Garuda Baru dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek RI).
Rapat penting ini digelar pada Kamis (9/9/2025) di Rumah Jabatan Bupati Katingan, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis.
Menjadikan Alam sebagai Ruang Belajar Terbuka
Dalam arahannya, Bupati Saiful menekankan bahwa Katingan memiliki kekayaan alam yang luar biasa—mulai dari hutan tropis, kawasan konservasi, hingga keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Menurutnya, semua potensi ini bisa menjadi laboratorium alam terbuka yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa, dan peneliti.
“Ini bukan sekadar program pendidikan, tapi langkah nyata untuk menjadikan Katingan pusat pembelajaran berbasis alam. Kami ingin anak-anak kita belajar langsung dari alamnya sendiri, melakukan riset, dan mengembangkan teknologi dari apa yang kita miliki,” ujar Saiful.
Ia juga menegaskan bahwa dukungan penuh akan diberikan terhadap inisiatif Sekolah Unggul Garuda Baru Kemendiktisaintek RI untuk memperluas ekosistem pendidikan sains yang inovatif.Fokus pada Penguatan Sains dan Teknologi
Rapat tersebut membahas kesiapan teknis dan substansi materi presentasi yang akan disampaikan ke Kemendiktisaintek RI, termasuk pemetaan kawasan potensial yang akan dijadikan lokasi utama laboratorium alam.
Beberapa kawasan hutan konservasi dan ekosistem lahan basah disebut-sebut menjadi kandidat kuat, mengingat kekayaan biodiversitasnya dan kemudahan aksesnya bagi pelajar serta peneliti.
Selain itu, pendekatan nature-based science education atau pendidikan sains berbasis alam diyakini akan memberi pengalaman belajar yang lebih kontekstual, interaktif, dan berkelanjutan.

Baca Juga : mantan kekasih Drama Asmara Berakhir Tragis
Kolaborasi Multi Pihak
Rapat ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari jajaran Pemerintah Kabupaten Katingan, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan, para akademisi, serta mitra strategis dari lembaga penelitian dan pendidikan tinggi.
Kehadiran berbagai pihak ini menjadi sinyal kuat bahwa program ini bukan sekadar wacana, melainkan agenda bersama untuk membangun ekosistem riset dan pendidikan yang kuat di daerah.
“Pendidikan masa depan tidak bisa berdiri sendiri. Harus ada kolaborasi antara pemerintah, sekolah, universitas, dan masyarakat. Inilah yang sedang kita bangun,” tambah Saiful.
Visi Besar Katingan: Dari Daerah Hijau ke Pusat Ilmu Pengetahuan
Bupati Saiful juga menyampaikan harapannya agar Katingan tidak hanya dikenal karena kekayaan alamnya, tetapi juga sebagai contoh keberhasilan pengelolaan sumber daya alam untuk kemajuan pendidikan dan riset nasional.
“Kami ingin anak-anak Katingan dan Indonesia belajar sains dari lingkungan nyata, bukan hanya dari buku. Dan kami percaya, dengan kolaborasi dan perencanaan matang, Katingan bisa menjadi pionir laboratorium alam di Indonesia,” tutupnya optimistis.
Dengan langkah ini, Katingan berpotensi menjadi model pendidikan berbasis alam pertama di Kalimantan yang mendukung misi nasional penguatan sains dan teknologi sejak usia sekolah.















